Uncategorized

Hari Pertama Kuliah Berjalan Menyenangkan

Hari pertama kuliah di IAI Madinatul Ulum dimulai pada Rabu 16 September 2026, bertepatan 5 Rabiul Akhir 1448. Tepat pukul 12.49 Wib, dosen mengucapkan salam di kelas. Semua prodi, Pendidikan Agama Islam (PAI), Manajemen Pendidikan Islam (MPI), Ilmu Hadis (IH) dan Ekonomi Syariah (ES) masuk dan berjalan lancar dan menyenangkan.

Sebelum memulai materi awal yang disampaikan, semua dosen membukanya dengan tawassul-berdoa dengan Al-Fatihah terutama untuk orangtua dan guru serta muassis Pondok Pesantren Madinatul Ulum Cangkring Jenggawah Jember.

Di jam pertama, Ibu Muzdalifah Salimah, M.Pd. mengampu Studi Hadis di prodi PAI, Bapak Moch. Arief, M.E. mengajar Bahasa Indonesia di ES, Ibu Urwatul Usko  mengisi Studi Al-Quran I di IH, Bapak Ahmad Fuad Anwar, M.Ag. mengajar Bahasa Inggris I di MPI.

Adapun pada jam kedua Bapak Fery Maulana Malik, M.E. mengajar Pengantar Ekonomi Makro di ES, Bapak Ardloah Ahmad Dhany, M.Ag. mengisi Studi Hukum Islam di IH, Bapak Abdul Rohim Alfaizin mengisi Filsafat Umum di PAI dan Bapak Dr. H. Farid Rosyidi, M.Pd. mengisi Manajemen Peserta Didik di MPI.

Hampir semua dosen diawal pertemuan ini mengisi kelas dengan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) berbasis Outcome Based Education (OBE) sebagaimana rekomendasi Workshop (29/7) dan Maklumat Rektor sebelumnya (15/9). Termasuk di dalamnya perkenalan singkat, kontrak kuliah, tata tertib, model pembelajaran-selama satu semester kedepan, pembentukan koordinator kelas, pembagian kelompok tugas, pengenalan mata kuliah dan sebagainya.

Kecuali dua mata kuliah oleh dosen pengganti diisi dengan diskusi dan manajemen pendidikan serta tata terbit dan etika secara umum karena yang bersangkutan sedang ada uzur syar’i. “Sebisa mungkin kita tetap usahakan kelas tetap masuk meski ada dosen yang izin,” kata Dr Farid Rosyidi, Kaprodi MPI.

Meski ada kendala listrik mati di jam kedua sehingga dosen tidak bisa presentasi PPT, namun secara umum perkuliahan berlangsung lancar dan menyenangkan karena semua dosen sudah siap dengan segala materi yang akan disampaikan dan semua mahasiswa semangat untuk menerima pelajaran apalagi dosen juga memotivasi mereka untuk terus belajar dan menggapai cita-cita.

Berikut beberapa respon dan kesan mahasiswa dan mahasiswi yang mengikuti perkuliahan perdana kemarin (16/9):

“Kesan pertama saya masuk kuliah di IAI Madinatul Ulum prodi MPI ada rasa Syukur dan bangga. Awalnya saya merasa gugup karena memasuki lingkungan yang baru, namun rasa gugup itu hilang setelah merasakan langsung suasananya. Rasanya capek tapi seru banget dan saya happy.” (Hafifatus Sholehah, kelas MPI)

“Hangat, penuh ilmu, dan peuh keberkahan. Semoga empat tahun kedepan tidak hanya mendapat gelar tapi juga ilmu yang bermanfaat dunia dan akhirat.” (Siti Debi Febriani, MPI)

“…di hari pertama saya memulai materi saya sangat senang karena dosen yang sangat ramah dan mempunyai ilmu yang sangat bermanfaat bagi saya dan teman-teman saya dengan penyampaian yang sangat efektif dan berdampak positif.” (Siti Amelia, IH)

“Kesan saya masuk pertama kuliah di IAI Madinatul Ulum saya senang dan bangga bisa menjadi bagian dari keluarga besar IAI Madinatul Ulum. Di sini saya tidak hanya mendapatkan ilmu akademik, tapi juga ilmu agama, akhlak, dan arti dari sebuah perjuangan. Jujurly, senang banget kuliah di IAI Madinatul Ulum, merasa found my place. Belajarnya nyaman, vibesnya Islami, masa depan insyaAllah cerah. Amin.” (Miliani, IH)

“Kesan saya ketika masuk kuliah di IAI Madinatul Ulum punya pengalaman baru, bertemu dengan teman baru serta dosen-dosen yang memberikan pelajaran berharga untuk bekal masa depan, dari kampus ini saya belajar bahwa tiada cita-cita yang terlalu tinggi untuk dicapai, dengan semangat, usaha dan doa yang dilangitkan, akhirnya kampus ini bisa berdiri. Harapan saya kampus ini bisa menjadi perkuliahan yang lebih maju serta melahirkan generasi-generasi penerus bangsa yang kompeten, untuk diri saya sendiri semoga bisa menyelesaikan studi ini dengan cepat dan tepat. Terimakasih.” (Desi Nur Fadilah, PAI)

“Kesan pertama saya, dihari pertama kuliah pastinya senang, dan sangat bangga. Karena saya bisa menuntut ilmu di bangku perkuliahan dan menjadi bagian dari keluarga besar IAI Madinatul Ulum. Yang membuat saya bangga lagi, dari saya sekolah PAUD sampai ke perguruan tinggi semuanya di Madinatul Ulum. Selain itu saya juga mendapat banyak pengalaman, banyak teman baru dan para dosen yang selalu menemani saya menjalani proses menuju masa depan yang indah. Harapan saya, semoga IAI Madinatul Ulum menjadi kampus yang mencetak generasi bangsa yang berkualitas dan tetap menjunjung akhlak.” (Siti Muflihah, PAI)

“Kesan saya setelah mengikuti kuliah pertama di IAI Madinatul Ulum ialah setiap materi yang disampaikan dosen sangatlah berbeda dari saat masih menjadi siswa dan penyampaian materi dari dosen sangat baik dan mudah dipahami.” (Izul Akbar, PAI)

“Kesan saya kuliah di IAI Madinatul Ulum sangatlah bersyukur karena kuliah di kampus ini tidak seperti yang saya pikirkan sebelumnya. Karena ketatnya pergaulan antara mahasiswa dengan mahasiswi yang membuat saya lebih tenang dan nyaman dan dosen yang ada di kampus ini sangatlah berkualitas dalam menyampaikan materi-materi perkuliahan.” (Abdul Malik, PAI)

“Kesan saya kuliah di IAI Madinatul Ulum sangatlah bersyukur karena bisa melanjutkan diniyah sekaligus kuliah dikarenakan sebelumnya saya menjadi guru tugas. Dan juga dari pemaparan materi dari setiap dosen sangat mudah dipahami dan bisa dipraktekkan di kehidupan sehari-hari.” (Moh. Ardinata Irawan, ES)

“Kesan saya setelah mengikuti pembelajaran pertama di IAI Madinatul Ulum sangat menyenangkan dan juga sangat kagum karena banyak dosen yang sangat luar biasa dan juga banyak pngetahuan yang luas dan menyenangkan, ternyata dunia perkuliahan tidaklah semenakutkan yang dibicarakan.” (M. Fathir Mochtar Ramadhani, IH)

“Kesan masuk kuliah di IAI Madinatul Ulum sangat bersyukur karena berada di bawah naungan pondok pesantren. Kesan masuk kelas pertama kemarin bahagia karena cara dosen menyampaikan materi sangat rinci, bisa dipahami.” (Muhammad Yasiruddin, PAI)    

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *